Pernah Terlibat Kerja Sama, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Kolonel Laut Harry Setiawan

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyampaikan ucapan duka cita atas gugurnya 53 awak KRI Nanggala 402 di Perairan Bali. Susi menyebutkan bahwa 53 awak KRI Nanggala 402 yang telah gugur merupakan putra terbaik bangsa. Di antara 53 awak kapal, Susi ternyata memiliki kenangan tersendiri dengan Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel), almarhum Kolonel Laut (P) Harry Setiawan.

Hal ini diungkapkan Susi lewat akun Instagram miliknya Minggu (25/4/2021). Pada postingannya, Susi mengunggah deretan foto kebersamaannya dengan almarhum. Sebelumnya, Susi juga memanjatkan doa untuk seluruh awak KRI Nanggala 402 yang gugur.

Dia juga berharap agar keluarga para awak kapal diberikan kesabaran dan ketabahan. "Inna lillahi wainnailaihi rojiun .. Duka yg mendalam atas gugurnya 53 Putera2 Bangsa Terbaik/Prajurit TNI AL KRI Nanggala 402.

Semoga husnul khotimah & mendapat tempat terbaik di sisi Nya dan keluarga yg ditinggalkan diberi kekuatan & ketabahan .. Amin YRA," tulis Susi. Secara khusus, Susi memberi penghormatan kepada Kolonel Laut Harry Setyawan. Susi berterima kasih lantaran selama menjabat sebagai Menteri KKP periode 2014 2019, dirinya pernah bekerja sama dan mendapat dukungan dari Kolonel Laut Harry Setyawan.

"Teruntuk Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E. dan keluarga, penghormatan dan terima kasih luar biasa dari saya pribadi atas semua dukungan dan kerja sama selama saya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan 2014 2019," pungkasnya. Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, menjamin beasiswa para anak awak KRI Nanggala 402 hingga kuliah. Menhan Prabowo menyampaikan hal ini saat mengunjungi rumah duka Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) almarhum Kolonel Laut (P) Harry Setiawan, Minggu (25/4/2021) kemarin.

Menhan tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 WIB. Kunjungan Prabowo menjadi momen yang mengharukan. Menhan yang juga berlatar belakang TNI ini terus mendorong agar putra Harry bisa meneruskan kegigihan, kegagahan dan dedikasi sang ayah. Seperti dituturkan Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie, saudara sepupu Harry.

"Pak Menhan menepuk lengan putra Mas Harry," kata General Manager PT Angkasa Pura 1 Juanda itu. Kedatangan Menhan Prabowo disambut haru seluruh keluarga. Istri dan keempat anak Harry ikut menemui Prabowo.

Kicky menyebut bahwa Menhan dalam hal ini Pemerintah turut berempati atas gugurnya sang Dansatsel. Harry gugur dalam tugas negara untuk menjaga Samudera Nusantara. Menhan terus mendukung keluarga agar tabah.

Kicky menuturkan bahwa Menhan memberi perhatian khusus kepada keluarga sang Komaandan on Board KRI Nanggala 402. Menhan akan menjamin pendidikan anak anak Harry hingga pendidikan tinggi. Keempat anaknya akan di berikan beasiswa sampai dengan perguruan tinggi.

Putra pertama Harry yang saat ini duduk di bangku SMA Taruna Malang akan dibantu saat test masuk taruna AAL. Sementara putra keempat Harry yang tengah sakit akan diberikan pengobatan ke dokter ahli. Pemerintah melalui Menteri Sosial, Tri Rismaharini, mengunjungi keluarga korban awak KRI Nanggala 402 di Surabaya, Minggu (25/1/2021).

Mensos Risma ikut prihatin atas musibah yang menimpa prajurit TNI AL tersebut. Mantan Wali Kota Surabaya ini penuh empati, menemui keluarga prajurit yang dinyatakan gugur dalam tugas negara itu. Perempuan ini memberi penguatan psikologis keluarga.

"Kami akan kirim psikolog juga untuk keluarga," kata Risma. Risma berkunjung untuk memberi santunan kepada perwakilan dua dari 53 ahli waris korban KRI Nanggala 402, yakni, istri Mayor Laut (E) Whilly dan istri Kopda Dirgantara Nugroho Putranto. Risma menyatakan, seluruh keluarga korban akan memperoleh bantuan pemerintah.

Bantuan untuk 51 ahli waris lainnya direncanakan akan diserahkan pada Kamis (29/4/2021), bersamaan dengan pelaksanaan kenaikan pangkat bagi para korban Kapal Selam KRI Nanggala 402. Musibah tenggelamnya KRI Nanggala 402 mengantarkan Mensos Risma dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, meninjau Markas Armada II Surabaya, Jawa Timur. Tempat markas kapal selam yang tenggelam. “Kami bersilaturahim kepada keluarga korban Nanggala 402 memberikan penguatan dan prihatin yang mendalam agar keluarga bisa tabah dan sabar menghadapi kondisi ini," kata Muhajir.

Keluarga Letkol Heri Oktavian, Komandan Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Surabaya meminta semua kesalahan almarhum dimaafkan. Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang sejak Rabu (22/4/2021) telah dinyatakan tenggelam dan seluruh 53 kru dipastikan gugur. Para keluarga lain masih berharap jenazah korban Kapal Selam Nanggala bisa ditemukan.

Awak Kapal Selam Nanggala sebagian besar adalah warga Jawa Timur (Jatim). Keluarga Komandan Kapal Selam KRI Nanggala 402, Letkol Laut (P) Heri Oktavian, menggelar doa bersama di rumahnya, Jalan Sahempa, Kompleks Rumah Dinas TNI AL, Kenjeran Surabaya, Minggu malam (25/4/2021). Dalam acara tersebut, pembaca doa mewakili keluarga meminta semua kesalahan almarhum Letkol Heri Oktavian baik disengaja atau tidak untuk dimaafkan.

Pembaca doa juga mengucapkan terima kasih karena telah menyempatkan waktu luang membaca Yasin dan Tahlil. Ketika Surya.co.id meminta izin untuk wawancara keluarga, salah satu perwakilan keluarga, Priadi, belum mengizinkan dan keluarga belum bisa menerima tamu dari manapun. Keluarga saat ini masih shock atas musibah tenggelamnya kapal tersebut.

"Untuk saat ini pihak keluarga belum bisa ditemui karena masih terguncang dengan adanya peristiwa ini," tuturnya. Menurutnya, tamu yang hadir dalam acara doa bersama ini merupakan satu angkatan dengan Letkol Laut Heri Oktavian. "Mohon pengertiannya ya Mas. Keluarga masih berkabung," pungkasnya.

Seperti diberitakan, seluruh awak kapal KRI Nanggala 402 yang berjumlah 53 dinyatakan gugur, Minggu (25/4/2021) sore. Hal ini disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Minggu petang. "Berdasar bukti bukti otentik tersebut dapat dinyatakan bahwa KRI Nanggala 402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," kata Hadi.

Ia mengatakan, hal ini berdasarkan pemindaian secara akurat oleh KRI Rigel di lokasi yang ada kemagnetan yang kuat sebelumnya. Pemindaian menggunakan multibeam sonar dan magnetometer. Pemindaian ini menghasilkan citra bawah air yang lebih detail.

MV Swift Rescue Singapura telah menurunkan ROV dan melakukan citra bawah air secara visual menggunakan kamera. Telah diperoleh citra yang dikonfirmasi sebagai bagian dari KRI Nanggala 402. Bagian kapal yakni meliputi kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, kemudi selam timbul, bagian kapal yang lain termasuk baju keselematan awak kapal MK 11.

Diberitakan sebelumnya, KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang pada Rabu (22/4/2021). Kapal buatan Jerman ini dinyatakan hilang kontak saat melakukan latihan menembak torpedo di laut utara Bali. Kemudian setelah dilakukan pencarian, Sabtu (24/4/2021) dinyatakan tenggelam.

Hal tersebut setelah ditemukan sejumlah serpihan bagian KRI Nanggala 402.

Leave a Reply

Your email address will not be published.