Cerita Suami Kesulitan Cari Pemilik Golongan Darah AB (-) untuk Istri, Tertolong berkat Media Sosial

Foto yang memperlihatkan foto seorang pria menangis sambil memegang kertas bertuliskan Butuh Darah AB Negatif ( ) viral di media sosial. Foto tersebut menjadi bahan perbincangan setelah diunggah oleh akun Facebook Dheden Bae pada 30 Oktober 2020 lalu. Warga Desa Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan ini secara lengkap membagikan kisah perjuangannya saat mencari golongan darah langka untuk sang istri.

Mukri mengatakan, kisah ini dimulai saat sekitar pekan lalu istrinya bernama Nurbeti (38) mau melahirkan dan dibawa ke Rumah Sakit Hermina OPI Jakabaring, Kota Palembang. Saat itu, sang istri diketahui tidak dapat melahirkan secara normal lantaran tekanan darah yang tinggi. Mukri melanjutkan, sekitar 2 jam pascaoperasi, istrinya mengaku mulai tak enak badan.

Keringat terus membasahi wajahnya dan suhu tubuh terasa dingin. Melihat hal tersebut, Mukri terus mengelap keringat yang keluar. Mukri sendiri tidak mengetahui penyebab kenapa Nurbeti mengalami hal tersebut.

Keesokan harinya, pihak Rumah Sakit Hermina OPI Jakabaring merujuk Nurbeti ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Mukri menyebut, saat berada di ICU RSMH, dokter meminta kepada pihak keluarga untuk mencarikan golongan darah AB rhesus negatif. Darah ini dibutuhkan untuk melakukan tindakan operasi terhadap Nurbeti.

Melihat kondisi tersebut, Mukri memutuskan meminta bantuan lewat akun Facebook pribadinya untuk mencari pendonor golongan darah AB rhesus negatif. "Tapi tidak ada tanggapan, terus saya telpon teman teman dan keponakan. Kita berusaha mencari golongan darah tersebut hingga ke daerah daerah, namun belum dapat," ujar Mukri. Mukri kemudian mencoba mendatangi ke PMI Kota Palembang untuk mempertanyakan ketersediaan stok darah yang cocok.

Oleh pihak petugas PMI, Mukri diberikan kontak seorang pendonor yang bernama Edo. Edo kemudian bersedia memberikan darahnya untuk kebutuhan operasi Nurbeti. Mukri mengaku, waktu itu wajah istrinya sudah menguning sebelum dioperasi.

Syukurnya, operasi yang dilakukan dini hari dan selesai pagi hari berjalan dengan baik. Meskipun demikian, Mukri masih terus harus berjuang mencari pendonor untuk sang istri lantaran masih membutuhkan tambahan darah. "Jadi selesai operasi masuk ruang ICU, kita terus cari darahnya. Karena yang dari mas Edo masih kurang."

"Sampai kita datangkan juga dari daerah daerah, tapi juga tidak ada yang cocok," sambung Mukri. Dalam posisi tersebut, Mukri tetap meneruskan pencarian pendonor lantaran darah golongan darah AB rhesus negatif masih dibutuhkan. Mukri berpikir untuk melakukan cara terakhir untuk membuat tulisan meminta bantuan yang kemudian viral di media sosial.

"Akhirnya hari Jumat (30/10/2020) saya berpikir untuk melakukan jalan terakhir bagi saya." "Saya buat tulisan meminta bantuan itu di Masjid Agung Palembang yang kemudian viral. Alhamdulillah dapat dua pendonor lagi," kata dia. Mukri bersyukur kondisi istrinya semakin membaik setelah mendapatkan bantuan transfusi darah.

Begitu pula sang anak yang juga dalam kondisi serupa. "Alhamdulillah pelan pelan sudah sehat sudah keluar dari ICU. Namun untuk darah masih kurang satu kantong darah lagi," tuturnya. Mukri masih dalam sambungan telpon membagikan harapannya terkait pengalaman yang ia alami, terutama kepada pihak pihak terkait perihal pengelolaan darah.

Tak terkecuali PMI untuk lebih meningkatkan pelayanannya. "Kepada pihak PMI lebih di tingkatkan lagi pelayanannya dalam hal seperti ini." "Karena ini pelajaran buat kita semua, khususnya untuk PMI," tutur Mukri.

Terakhir Mukri, mengucapkan terimakasihnya kepada pihak pihak yang telah peduli dengan dirinya dan keluarga. "Saya sampaikan ribuan terimakasih, walaupun yang mereka cuma menyumbang darah. Saya sudah kehabisan kata kata untuk menggambarkan kebaikan mereka," tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.