Cerita di Balik Setujunya Barito Putera Lepas Bagus Kahfi ke FC Utrecht

– Polemik antara Barito Putera dengan klub asal Belanda, FC Utrecht terkait transfer Bagus Kahfi akhirnya menemukan titik terang. Bagus Kahfi dikabarkan akan segera bermain di klub Liga Belanda tersebut. Di balik proses itu, rupanya ada upaya Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan turut membantu menangani permasalahan ini.

Dalam pertemuan Selasa (1/12/2020) malam di kediaman CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman yang dihadiri Iriawan, Bagus Kahfi, dan orangtuanya menghasilkan keputusan bahwa Barito Putera mendukung penuh Bagus Kahfi berkarier Eropa dalam hal ini FC Utrecht. Iriawan pun mengucapkan terima kasih kepada Barito Putera yang turut menempa Bagus hingga akhirnya diminati klub Eropa. “ Alhamdulillah hari ini saya berada di rumah mas Hasnuryadi Sulaiman yang notabene sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI dan pemilik Barito Putera,” kata Iriawan seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Rabu (2/12/2020).

“Terima kasih dari PSSI kepada Barito Putera yang sudah membesarkan Bagus selama ini dan membikin klub Eropa tertarik untuk mengambilnya. Kami mendukung Bagus Kahfi berkarier di Eropa,” sambungnya. Selanjutnya, Barito Putera dikatakan Iriawan tinggal mengirimkan surat keluar ke FC Utrecht sebagai persyaratan resmi. Persoalan administrasi surat menyurat antara Barito Putera dan FC Utrecht juga telah disiapkan secepatnya.

Iwan Bule juga meminta kepada Bagus yang masih menjalani pemulihan cedera tetap menjaga kondisi tubuh agar saat kembali ke Belanda bisa cepat pulih 100 persen. Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Hasnuryadi Sulaiman melontarkan dukungannya kepada Bagus Kahfi untuk bermain di Eropa dalam hal ini FC Utrecht. “Tentu kami sangat bangga dan mendukung Bagus Kahfi untuk bergabung di klub Eropa. Mudah mudahan berkah untuk Bagus, Barito Putera dan tentunya timnas Indonesia. Terima kasih juga kepada pak Ketum PSSI yang memberikan dukungan kepada Barito Putera dan Bagus Kahfi,” kata Hasnur.

Barito Putera selaku klub Bagus Kahfi siap melepas pemain berusia 18 tahun itu ke Belanda. Bagus Kahfi sebelumnya melakukan pertemuan dengan Barito Putera pada Selasa (1/12/2020). Dalam pertemuan itu, Bagus Kahfi meminta maaf kepada Barito Putera, suporter, dan masyarakat Kalimantan Selatan atas kejadiannya beberapa waktu lalu.

Ya saat itu Bagus Kahfi seakan kecewa karena Barito Putera tak melepasnya ke FC Utrecht disaat deadline sudah datang pada Jumat (27/11/2020). Barito Putera menahan Bagus Kahfi karena FC Utrecht memberikan penawaran tanpa ingin mengeluarkan uang transfer. Padahal kontrak Bagus Kahfi di Barito Putera masih menyisahkan satu tahun lagi. Polemik ini pun hangat dibicarakan oleh pecinta sepak bola Indonesia. Namun demikian, ternyata Barito Putera kabarnya siap melepas Bagus Kahfi ke Belanda.

Meski begitu, tidak diketahui klub Belanda mana yang akan menjadi pelabuhan baru pemain asal Magelang, Jawa Tengah, tersebut. Kabar itu disampaikan secara langsung oleh ayah Bagus Kahfi, Yuni Puji Istiono, kepada awak media. Ia mengatakan semuanya sudah selesai dan Bagus Kahfi siap melanjutkan mimpinya di Eropa. "Alhamdulillah, sudah beres semuanya," kata Yuni Puji Istiono. " Insya Allah , Bagus Kahfi bermain di Eropa, di Belanda, dia bilang sudah kerasan di sana," ucapnya menambahkan. Dalam akun instagram Bagus Kahfi, terlihat ia mengucapkan rasa syukur atas pertemuan dengan Barito Putera semalam. Bahkan, Bagus Kahfi juga memasukan emoji pesawat terbang yang menandakan ia siap berangkat ke Eropa.

Sepertinya Barito Putera yang mencarikan klub Eropa untuk penyerang timnas U 19 Indonesia tersebut. "Terima kasih, jaya selalu Barito Putera." Alhamdulillah , Bismillah ," kata Bagus Kahfi.

Dikutip dari Wikipedia, Amiruddin BagusKahfi Al Fikri, kondang dipanggil BagusKahfi, lahir di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia pada 16 Januari 2002. Bagus Kahfi adalah pemain sepak bola Indonesia yang moncer sejak membela Timnas Indonesia U 16. Bagus berhasil menjadi Top Skor Piala Soeratin U 15 2017 dan Top Skor Piala AFF U 16 2018.

Bagus mempunyai saudara kembar yang bernamaBagas Kaffa. Mereka berdua merupakan pemain inti Timnas Indonesia U 16 yang sukses meraih gelar Juara Piala AFF U 16 2018. Bagas dan Bagus mulai menimba ilmu sepak bola saat bergabung dengan SSB Gelora Putra Deltras saat usia 6 tahun.

Keduanya kemudian sempat berpindah pindah ke beberapa SSB seperti SSB Blue Eagle, SB Putra Kalimantan Tengah, SSB Undip, Frenz United Malaysia dan Chelsea FC Singapura. Bahkan, Bagas Kahfi pernah dipanggil pelatih untuk ikut latihan bersama Timnas Indonesia senior saat masih ditukangi Simon McMenemy. Penampilan Bagus Kahfi sewaktu di Timnas U 16 kala itu ternyata sempat mengundang decak kagum dari Per Mertesacker, mantan bek timnas Jerman dan Arsenal.

Setelah pensiun, Mertesacker menjabat sebagai pelatih Akademi Arsenal. Tim U 16 Arsenal sempat menjadi salah satu lawan uji coba Garuda Select, yang ketika itu diisi sebagian besar punggawa eks Timnas Indonesia U 16. Meski Garuda Select kalah dengan skor telak 2 7, penampilan BagusKahfi ternyata menarik perhatian Mertesacker.

Hal itu diceritakan perwakilan Mola TV, Mirwan Suwarso yang juga sempat bertemu Mertesacker ketika itu. Menurut Mirwan, seusai pertandingan, Mertesacker mendatangi dirinya dan Dennis Wise, mantan gelandang timnas Inggris dan Chelsea yang kini jadi Direktur Teknik Garuda Select. "(Mertesacker) nyamperin Denise dan dikenalin ke saya, dia bilang 'your forward is very good (penyerang kalian sangat bagus)," ucap Mirwan menirukan ucapan Mertesacker.

Hal itu dikatakannya saat acara yang digelar Mola TV di Jakarta, Senin (28/10/2019). "(Mertesacker bertanya) namanya siapa, (Mirwan menjawab) oh, namanya 'Good' (baca: Bagus)," lanjut Mirwan. Kata Mirwan, Mertesacker sempat mengatakan pihaknya sebenarnya tertarik merekrut Bagus.

Sayang, remaja yang kini menginjak 17 tahun itu berasal dari Indonesia. Di Inggris memang ada peraturan larangan bagi klub merekrut pemain dari negara yang peringkat FIFA nya jauh di bawah, seperti Indonesia. "Dia bilang Bagus punya kemampuan yang kalau misalnya dia bukan dari Indonesia, sudah pasti direkrut Arsenal waktu itu," kata Mirwan.

"Karena sayangnya peringkat FIFA Indonesia jauh di bawah standar Inggris, itu bukan hal yang bisa mereka lakukan," pungkasnya. Terhitung sampai akhir Oktober ini, Indonesia hanya menempati peringkat ke 171 FIFA, jauh di bawah Inggris yang menempati peringkat keempat. Dikutip dari BBC, Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) Greg Dyke mengumumkan rencana aturan pembatasan jumlah pemain non Uni Eropa yang berlaga di Liga Primer, sekaligus pemberlakuan aturan mengenai pembinaan pemain muda.

Salah satunya adalah izin kerja bagi seorang pemain non Eropa ialah pemain tersebut merupakan pemain negara yang berada dalam 70 besar peringkat FIFA, serta telah bermain dalam 75 persen pertandingan timnas negeri itu dalam laga internasional minimal dua tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.